Orangtua Korban Temukan Beberapa Kejanggalan, Kematian Mahasiswi Akademi Kebidanan Siantar, Kecelakaan atau Dibunuh?

SIANTAR – Kematian Dewi Purwanti (19), mahasiswi tingkat II Akademi Kebidanan (Akbid) Jalan Pane Siantar, yang meninggal 16 Oktober lalu, sampai sekarang masih menyimpan misteri. Apakah kematiannya karena kecelakaan atau dibunuh? Saat ditemui di kediamannya di Kampung Jawa, Desa Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, Selasa (6/11), orangtua korban, Tugiman (47) dan Sulastri (38), mengatakan kematian putrinya itu masih tanda tanya.“Kami curiga dengan kematiannya. Ini sesuai dengan hasil visum yang membuktikan dia meninggal karena dianiaya,” kata Tugiman.
Tugiman lalu bercerita tentang kronologis kejadian yang terjadi pada Selasa 16 Oktober 2007 tersebut. Menurut Tugiman, Dewi hari itu diajak jalan-jalan ke Parapat oleh sang pacar yang terakhir diketahui bernama Praka RN (22), anggota TNI yang bertugas di salah satu kesatuan TNI di Siantar.
Mereka berjanji untuk bertemu di Simpang Nagojor dan pergi dengan menggunakan sepda motor. Sorenya karena tak kunjung pulang, orangtua Dewi menghubunginya melalui HP. Namun bukan Dewi yang menjawab melainkan orang lain yang mengatakan anaknya telah meninggal di rumah sakit.
Akhirnya Dewi diantar dengan mobil yang dikawal beberapa orang anggota TNI, termasuk RN. “Kami tanya RN, ada apa dengan anak saya dan dia menjawab bahwa mereka mengalami kecelakaan karena menabrak truk yang berhenti sehingga menewaskan anak kami,” jelas Tugiman.
Saat itu RN bahkan mengaku mengalami patah kaki akibat kecelakan itu. Saat itu orangtua Dewi hanya bisa pasrah menerima kematian Dewi.
Keesokan harinya, pada saat akan dikubur, pihak keluarga Dewi curiga dengan kematian Dewi karena menemukan bekas penganiayaan di tubuh Dewi. Karena menemukan kejanggalan akhirnya keluarga sepakat agar diadakan visum. Jenasah Dewi akhirnya dibawa ke Rumah Sakit dr Djasamen Saragih untuk divisum.
Ternyata hasil visum mengatakan di tubuh Dewi ditemukan luka penganiayaan seperti leher memerah bekas cekikan, mata sebelah kiri biru, dan bibir pecah. Selain itu bahu kanan dan kiri didapati bekas cakaran, kepala belakang dan kening pecah karena bekas pukulan benda tumpul.
Pada saat itu RN juga ikut divisum dan ternyata kakinya tidak patah seperti pengakuannya pada orangtua korban.
Anehnya, kata Tugiman, saat divisum RN hanya mendapat luka punggung sebanyak 4 jahitan dan sepeda motor yang dikendarai hanya mengalami pecah lampu belakang. Akhirnya pada 18 Oktober 2007 orangtua korban mengadu pada Denpom Siantar atas kejanggalan tersebut. “Kami minta agar kasus ini ditindaklanjuti dan meminta kebenaran karena berdasarkan hasil visum ada keanehan,” ujar Tugiman.
Dia juga mengatakan bahwa pada saat dilakukan visum banyak wartawan yang datang untuk meliput tapi tidak ada satupun yang menerbitkannya sesuai hasil visum tersebut. Sebelumnya orangtua korban hanya dua kali bertemu dengan Roby karena diajak oleh Dewi. “Saya tanya, apakah itu pacar kamu, Dewi menjawab hanya abang angkatnya, dan kami tidak curiga saat itu,” ungkapnya.
Sementara itu komandan kesatuan tempat RN bertugas, Kapten Harton, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (6/11) mengatakan bahwa kasus itu sedang diproses di Denpom dan bagaimana hasilnya dia menyarankan sebaiknya ditanyakan pada Denpom. Secara terpisah Wadan Denpom Mayor Hampa saat dihubungi menjelaskan bahwa RN sudah ditahan dan sedang diperiksa di Denpom. Hasil penyelidikan sementara murni karena kecelakaan lalu-lintas.
“Ini kita simpulkan berdasarkan keterangan beberapa saksi, hasil olah TKP dan bukti visum dari korban,” kata Hampa.
Ia menambahkan sampai saat ini belum ada penyelidikan yang mengarah pada pembunuhan. Menyangkut permintaan orangtua korban yang mengatakan kematian anaknya tidak wajar, Hampa menjelaskan wajar saja jika ada permintaan dari orangtua bersangkutan agar dilakukan penyelidikan selanjutnya.
“Pertama kali saya lihat sepertinya ada kecurigaan atas kematiannya namun setelah kita lakukan penyelidikan, masih mengacu pada kecelakaan kecuali ada bukti yang baru,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa itu masih kesimpulan sementara namun tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penyelidikan lanjutan jika ada bukti tambahan yang mengarah pada pembunuhan seperti permintaan kedua orang tua korban karena sampai saat ini penyelidikannya masih berlangsung.(***)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.