Polres Simalungun Belum Bisa Tentukan Tersangka CPNS Gate 2005

SIANTAR-Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono SH, SIK meminta masyarakat Pematangsiantar bersabar dan diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus CPNS Gate 2005. Hal itu disampaikannya dalam temu pers di ruangan Kapolres Simalungun, Selasa (6/11) sekira pukul 09.00 WIB.
Menurut Rudi Hartono, pemeriksaan telah dilakukan terhadap 33 orang di antaranya 19 orang CPNS yang diluluskan walau tidak menang dan tidak ikut seleksi. berikut 14 orang panitia. Sementara dari hasil pemeriksaan didapati kasus CPNS Gate 2005 terkait dengan kasus CPNS tahun 2004 tanpa merinci keterkaitan antara kedua kasus tersebut dengan kasus yang lagi ditangani pihaknya sekarang ini. Hanya saja dalam pernyataan sekilas Kapolres mengatakan kaitannya tahun 2004 ada 9 orang yang lulus CPNS ternyata tak kunjung diangkat sampai sekarang
“Kasus korupsi beda dengan kasus konvensional, beda dengan kasus laporan maling ayam yang LP (laporan pengaduan) dan BB- nya (barang bukti) sudah ada, karena yang melaporkan adalah bukan yang dirugikan. Untuk dapat mengungkapnya polisi, melakukan penyelidikan selama 6 bulan, dan saya menyarankan para publik figur dimintakan harus berpikir positif thinking dan jangan berpandangan negatif dan jangan cenderung berpikiran apriori,”ujar Rudi Hartono. Karena kalau berpikiran negatif sebagai pimpinan masyarakat hasil kerjanya juga negatif karena dijajali pemikiran-pemikiran negatif.
”Kita sudah bekerja dan bertindak dalam tatanan dan prosedur hukum, ” tegas Kapolres Simalungun. Menurutnya apa yang dilakukan pihak penyidik sudah memang sangat maksimal, karena LP dibuat kira-kira minggu pertama awal Oktober 2007 dan dalam waktu kurang lebih sebulan pihak penyidik sudah memeriksa 33 orang, sementara dalam pemeriksaan tiap saksi dilakukan selama 5 jam dan hanya dilakukan oleh 2 penyidik saja. Sebelumnya Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono SH SIK ketika sedang interaktif di Radio Cas FM mengaku, Senin (8/10). CPNS gate yang diadukan Jansen Napitu dari LSM Lepaskan 15 Pebruari 2007 lalu, ternyata baru diterbitkan LP-nya (laporan polisi,red) awal Oktober 2007. Walaupun begitu, dijanjikannya dalam dua minggu ke depan (berarti sekitar tanggal 22 Oktober 2007), akan diumumkan ke publik siapa saja yang menjadi pelaku alias tersangka. Berarti sebelum Rudi Hartono menjabat sebagai Kapolres Simalungun, tidak ada kemajuan (progress) yang berarti dari kasus yang diduga melibatkan pejabat teras Pemko Siantar tersebut. “Jadi mohon bersabar, beri waktu buat polisi melaksanakan tugasnya, sebab baru pekan lalu LP-nya dibuat. Kami tidak bisa diburu-buru sebab terikat dengan mekanisme dan prosedur,”terangnya waktu itu via telepon . Rudi Hartono menegaskan tidak ada intervensi politik dalam kasus CPNS tahun anggaran 2005 tersebut. “Tak ada intervensi, polisi mengerjakan tugasnya,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan apakah ada tekanan atau semacamnya. Lebih lanjut diinformasikan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap beberapa orang yang diduga terkait dengan CPNS gate. “Kalau tidak ada halangan, dalam dua minggu ke depan, akan diumumkan siapa saja yang menjadi tersangka,”ungkapnya dengan nada serius waktu itu. Ia menegaskan komitmen dirinya bersama Polres Simalungun menuntaskan kasus yang mendapat perhatian dari masyarakat Siantar tersebut. “Kami pun tidak mau berlama-lama memegang bola panas ini,”imbuhnya.
Jansen Napitu selaku pengadu yang dikonfirmasi membenarkan dirinya mengadu per 15 September 2007. Sebagai pengadu, dirinya secara proaktif mendesak polisi menuntaskan kasus tersebut. Bahkan bukti-bukti permulaan telah diserahkannya ke polisi antara lain berupa pengumuman penerimaan CPNS tahun 2005, pengumuman hasil seleksi yang diumumkan di media massa, hasil pemeriksaan Pusat Komputer USU Medan dan panitia yang dibentuk Pemko Siantar yang mencantumkan Walikota RE Siahaan sebagai penanggung jawab.(***)

Satu Tanggapan ke “Polres Simalungun Belum Bisa Tentukan Tersangka CPNS Gate 2005”

  1. Gibran Berkata:

    Akhirnya…………Pns gate kota siantar selain telah merampas hak-hak dasar rakyat,juga merupakan cerminan budaya korupsi aparat birokrasi…..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.