Kematian Mahasiswi Akbid Siantar, Orangtua Korban Minta Otopsi Ulang

SIANTAR – Misteri kematian Dewi Purwanti (19), mahasiswi tingkat II Akademi Kebidanan (Akbid) Jalan Pane Siantar, sampai saat ini belum menunjukkan titik terang. Pihak keluarga, melalui orangtua korban yaitu Tugiman dan Sulastri, merasa bahwa kematian putrinya terkesan ditutup-tutupi dan sampai saat ini belum ada jawaban pasti yang diterima pihak keluarga.
Kematian Dewi terjadi pada Selasa 16 Oktober 2007 lalu. Saat itu dia diajak jalan-jalan ke Parapat oleh sang pacar bernama RN (22), seorang anggota TNI berpangkat praka yang bertugas di salah satu kesatuan TNI di Siantar. Saat membawa mayat Dewi ke rumah orangtuanya, RN mengaku bahwa mereka mengalami kecelakaan sepeda motor. Namun saat hendak dimakamkan, pihak keluarganya mendapati sejumlah kejanggalan. Akhirnya mayat Dewi lalu dibawa ke RSU Djasamen Saragih Siantar untuk divisum.
Ternyata hasil visum mengatakan di tubuh Dewi ditemukan luka penganiayaan seperti leher memerah bekas cekikan, mata sebelah kiri biru, dan bibir pecah. Selain itu bahu kanan dan kiri didapati bekas cakaran, kepala belakang dan kening pecah karena bekas pukulan benda tumpul. Kejanggalan lainnya, saat membawa mayat Dewi ke rumah, RN mengaku juga mengalami patah kaki. Namun, saat diperiksa di RSU Djasamen Saragih, RN ternyata tak mengalami patah kaki melainkan luka di punggung. Selain itu, kepada Tugiman, RN mengaku kecelakaan terjadi karena mereka menabrak truk yang sedang berhenti. Anehnya, sepeda motor mereka justru mengalami pecah lampu belakang. Sangat tidak logis jika menabrak truk namun yang pecah lampu belakang.
“Kamipun mengetahui dia sudah meninggal setelah menghubungi HP-nya, padahal di dalamnya ada nomor ayahnya. Mengapa tidak diberitahu kalau memang anak kami sudah tiada?” ujar Sulastri dengan sedih.
“Jelas ini sebuah kejanggalan untuk itu kami meminta agar dilakukan autopsi ulang.Apa sebenarnya penyebabnya agar arwahnya tidak penasaran dan tenang di sana,” tandasnya. Tugiman mengatakan kesatuan tempat RN bertugas sudah datang sebanyak lima kali ke rumah mereka setelah Dewi dikuburkan. Terakhir, Selasa (6/11) malam, dua orang anggota TNI datang ke rumah tersebut dan menanyakan kapan peringatan 40 hari meninggalnya Dewi. Mengenai keterangan dari Denpom yang menyatakan kesimpulan sementara adalah kecelakan, Tugiman mengaku mereka belum dapat menerima kesimpulan tersebut.
“Saya berharap kiranya Pangdam I Bukit Barisan ikut mendesak pihak penyidik untuk menuntaskan kasus ini,” katanya. Memang hasil konfirmasi koran ini kepada komandan kesatuan tempat RN bertugas, Kapten Harton, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (6/11) mengatakan bahwa kasus itu sedang diproses di Denpom dan bagaimana hasilnya dia menyarankan sebaiknya ditanyakan pada Denpom. Secara terpisah Wadan Denpom Mayor Hampa saat dihubungi menjelaskan bahwa RN sudah ditahan dan sedang diperiksa di Denpom. Hasil penyelidikan sementara murni karena kecelakaan lalu-lintas.
“Ini kita simpulkan berdasarkan keterangan beberapa saksi, hasil olah TKP dan bukti visum dari korban,” kata Hampa.
Ia menambahkan sampai saat ini belum ada penyelidikan yang mengarah pada pembunuhan. Menyangkut permintaan orangtua korban yang mengatakan kematian anaknya tidak wajar, Hampa menjelaskan wajar saja jika ada permintaan dari orangtua bersangkutan agar dilakukan penyelidikan selanjutnya.
“Pertama kali saya lihat sepertinya ada kecurigaan atas kematiannya namun setelah kita lakukan penyelidikan, masih mengacu pada kecelakaan kecuali ada bukti yang baru,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa itu masih kesimpulan sementara namun tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penyelidikan lanjutan jika ada bukti tambahan yang mengarah pada pembunuhan seperti permintaan kedua orang tua korban karena sampai saat ini penyelidikannya masih berlangsung.
Kemarin, wartawan menelusuri lokasi kecelakaan seperti yang disebutkan RN, di depan Klinik Bio Jalan Lintas Parapat, Kecamatan Dolok Panribuan.
Beberapa warga yang ditanyai mengatakan sekitar 16 Oktober lalu memang benar ada kecelakan di lokasi tersebut.
“Waktu itu hujan deras, kami mendengar ada suara minta tolong. Namun kami sama sekali tidak mendengar ada suara benturan seperti tabrakan,” ujar salah seorang warga yang tak mau disebut namanya.
Sementara itu saat ditanyai, petugas polisi di Polsek Dolok Panribuan, mengaku tak ada laporan kecelakaan pada waktu dan jam terjadinya kejadian.
Tugiman mengatakan keyakinan mereka bahwa putrinya dibunuh semakin kuat setelah arwah Dewi masuk dalam mimpi temannya bernama Ana (20) yang tinggal di Kisaran. Kepada Tugiman, Ana menceritakan bahwa Dewi datang dalam mimpinya pada Jumat (2/11) malam lalu.
“Menurut Ana, dalam mimpi itu Dewi mengatakan ‘kenapa ya, abang itu tega benar samaku. Kepalaku dibenturkan ke tembok berkali-kali, bibirku ditonjok, rasanya sakit sekali,” jelas Tugiman menirukan cerita Ana.
Menurut Tugiman, Ana sempat bertanya dimana kamu disiksa, namun Dewi tak mau menyebutkan lokasinya. Dewi hanya mengatakan sedang diajak jalan-jalan ke suatu tempat tapi tidak sampai ke tujuan. “Betapa sedihnya kami mendengar cerita Ana itu. Kami yakin itu sebuah petunjuk,” kata Tugiman.(***)

4 Tanggapan ke “Kematian Mahasiswi Akbid Siantar, Orangtua Korban Minta Otopsi Ulang”

  1. janchrisdo damanik Berkata:

    pak polisi tolong diusut tuntas kasus ini, minta keterangan lebih lanjut dari pacar si korban..

  2. tukul.... Berkata:

    wah ini ada indikasi pemberian data saksi tidak benar, saya lebih setuju denngan hasil visum karena itu lebih kuat buktinya……..tolong pak polisi dan pak danpom kasus ini harus diusut tuntas jangan sampai ada korban….lagi kan malu mask kerja nya sebagai penjaga keamanan eeeeee malah jadi kecolongan mana…..latihannya selama masa pendidikan

  3. Anak siantar Berkata:

    kita harus berani mengatakan yang benar.

  4. nicky Berkata:

    kepada yang berwenang agar menuntaskan masalah itu agar tidak terjadi untuk yang berikut nya,..,??
    trimakase
    buat smuanya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.